Kacau! Bank sentral Selandia Baru memberikan rekor kenaikan suku bunga, menandai resesi 2023

- Kamis, 24 November 2022 | 07:39 WIB
Kenaikan suku bunga yang dilakukan Bank sentral Selandia Baru menandai bahwa akan ada resesi 2023 (Pixabay/ Dom J)
Kenaikan suku bunga yang dilakukan Bank sentral Selandia Baru menandai bahwa akan ada resesi 2023 (Pixabay/ Dom J)

Bisnisbandung.com - Bank sentral Selandia Baru telah menaikkan suku bunga dengan rekor tertinggi pada tahun ini dan memperingatkan bahwa ekonomi mungkin harus menghabiskan satu tahun penuh dalam resesi 2023 untuk mengendalikan inflasi yang setinggi langit.

Dimana Bank sentral atau Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada hari Rabu menaikkan suku bunga resmi (OCR) sebesar 75 basis poin menjadi 4,25 persen.

Hal tersebut membuat kita sekarang melihat suku bunga memuncak pada 5,5 persen, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya sebesar 4,1 persen, yang artinya kemungkinan Selandia Baru akan memasuki resesi 2023.

Baca Juga: Film Tegar, Kisah Anak Penyandang Disabilitas Menggapai Cita-cita, Simak Sinopsis dan Pemerannya

Seperti banyak yang diketahui bahwa beberapa negara telah menaikkan suku bunganya, tidak terkecuali dengan Bank sentral Selandia Baru menaikan suku bunga untuk tetap bertahan menghadapi resesi 2023.

Nada hawkish Bank sentral yang terang-terangan membuat beberapa pedagang lengah, mengangkat dolar lokal dan mengirim tingkat swap lebih tinggi, sementara prediksi resesi juga mengejutkan.

RBNZ memproyeksikan ekonomi mulai terkontraksi pada kuartal kedua 2023 dan terus menurun hingga kuartal pertama 2024.

Baca Juga: Simak Tips Awet Muda Yang Dapat Anda Lakukan Dengan Mudah

"Inflasi bukan teman siapa pun dan untuk membersihkan negara dari inflasi kita perlu mengurangi tingkat pengeluaran," kata Gubernur RBNZ Adrian Orr dalam konferensi pers. “Itu berarti kita akan mengalami periode pertumbuhan PDB negatif.”

Halaman:

Editor: Alit Suwirya

Sumber: AlJazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X