Tornado Cash dalam ancaman Pemerintah AS, Karena Terlibat Pencucian Aset Crypto Dengan Hacker Korea Utara

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 10:51 WIB
Tornado Cash adalah open source, dan banyak yang percaya bahwa sanksi tersebut menyangkal “hak konstitusional mereka untuk anonimitas” bagi orang Amerika. (foto: twitter @tornadocash)
Tornado Cash adalah open source, dan banyak yang percaya bahwa sanksi tersebut menyangkal “hak konstitusional mereka untuk anonimitas” bagi orang Amerika. (foto: twitter @tornadocash)

Bisnisbandung.com - Koin privasi Tornado Cash yang dibangun di atas jaringan Ethereum. Kini tengah dalam ancaman pemerintah AS.

Transaksi Ethereum tidak dapat dilacak, menggunakan Tornado Cash yang berpotensi untuk kejahatan pencurian aset Crypto.

Hari ini perintah AS menyetujui, untuk melarang warganya menggunakan Crypto Tornado Cash dan menambahkan ke dalam mixer crypto.

Baca Juga: CEO Crypto Ethereum, Vitalik Buterin Menyebut Pendukung hard fork ETHW Mencoba Menghasilkan Uang Dengan Cepat

Dalam siaran pers, Departemen Keuangan Office of Foreign Assets Control (OFAC) mengatakan telah memberikan sanksi kepada Tornado Cash yang diklaim telah digunakan untuk mencuci aset Crypto senilai lebih dari $7 miliar sejak dibuat pada 2019.

Menurut Analis Crypto Dylan LeClair, USDC CirclePay atau alamat Ethereum dimilik Tornado Cash, secara resmi masuk dalam “daftar hitam” Keuangan AS.

Pemerintah AS mengklaim bahwa Crypto Tornado Cash adalah surga bagi aktivitas siber berbahaya di Korea Utara dan kelompok kriminal lainnya.

“Hari ini, untuk pertama kalinya, Departemen Keuangan menyetujui mixer crypto,” kata Wakil Menteri Keuangan untuk Terorisme dan Intelijen Keuangan Brian E. Nelson dalam siaran persnya.

Baca Juga: CEO Crypto Ethereum, Vitalik Buterin Menyebut Pendukung hard fork ETHW Mencoba Menghasilkan Uang Dengan Cepat

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Sumber: ethereumworldnews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Jepang Ini Kepincut Investasi Crypto

Kamis, 22 September 2022 | 10:51 WIB
X