Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat Dorong Penguatan Sinergi Dan Kolaborasi Pelaksanaan Vaksinasi Covid 19 Demi Mencapai Herd Imunity

- Senin, 22 November 2021 | 13:23 WIB
Bisnis Bandung, (BB) --- Kepala Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jawa
Barat, Dan Satriana, menyerahkan Saran Perbaikan hasil dari Kajian Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jawa mengenai “Pendistribusian dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam Penanggulangan Covid-19 di Provinsi Jawa Barat” kepada Gubernur Jawa Barat selaku Ketua Komite Kebijakan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat bertempat di Kantor Gubernur Jawa Barat.
Dalam pemaparannya, Dan Satriana menyampaikan bahwa dalam mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) pada wilayah Provinsi Jawa Barat yang hanya sekitar 20% lagi membutuhkan upaya yang lebih sinergis, terutama dalam menjangkau masyarakat rentan yang kesulitan akses vaksin akibat kondisi geospasial. Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat pada pokoknya memberikan Saran Perbaikan agar terwujudnya sinergi dalam hal:
a. Sinergi antar Instansi dan antar Unit di Instansi tersebut. Pelibatan Dinas yang
mengurusi Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Instansi yang bertanggungjawab di
bidang keamanan dan ketertiban, serta Aparat kewilayahan dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 dan dapat menjangkau masyarakat rentan yang belum mendapatkan vaksin Covid-19 akibat kendala geospasial, sosial, dan ekonomi. Selain itu, agar pembagian peran antar Instansi dan antar Unit di Instansi tersebut dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 menjadi lebih jelas berdasarkan tugas dan kewenangannya, sehingga tidak saling bertabrakan antara satu dengan yang lain;
b. Sinergi antara Pemerintah dengan Masyarakat. Pelibatan relawan vaksinasi Covid-19, Institusi Pendidikan bidang kesehatan, organisasi profesi tenaga kesehatan, dan perkumpulan/asosiasi fasilitas kesehatan diharapkan dapat mengurangi beban tenaga kesehatan yang melakukan vaksinasi Covid-19. Sebab masih ditemukan tenaga kesehatan pelaksana vaksinasi Covid-19 yang masih disibukkan juga dengan urusan administratif;
c. Sinergi dalam pemanfaatan aplikasi PIKOBAR. Pemanfaatan aplikasi PIKOBAR milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dinilai belum maksimal dalam kegiatan vaksinasi
Covid-19. User Interface yang rumit dalam pencarian tempat vaksinasi Covid-19
membuat masyarakat kurang memanfaatkan aplikasi tersebut terkait kebutuhan
informasi tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Mengenai pemanfaatan aplikasi
PIKOBAR tersebut, Perwakilan Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Jawa Barat
mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk: menyusun User Interface yang
mudah digunakan oleh masyarakat dalam pencarian tempat vaksinasi Covid-19 yang
diperbaharui secara real time dan berkala, menyusun pengelolaan pengaduan kegiatan
vaksinasi Covid-19, serta menyusun rancangan fitur permohonan vaksin dan penunjang logistik vaksinasi Covid-19 sebagai upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam
membantu Penyelenggara Vaksinasi Covid-19 yang mengalami kekurangan atau
kehabisan vaksin dan penunjang logistik vaksinasi Covid-19.
Pada kegiatan penyerahan saran tersebut, Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat menyampaikan waktu selama 30 hari kepada Komite Kebijakan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jawa Barat untuk melaksanakan Saran Perbaikan tersebut. Apabila sebagian atau seluruh Saran Perbaikan tersebut tidak dijalankan, mengacu kepada Pasal 36 Ayat (6) Peraturan Ombudsman RI Nomor 41 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pencegahan Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik, bahwa Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jawa Barat dapatmelaporkannya kepada: Presiden, Dewan Perwakilan Rakyat, Kepala Daerah, dan/atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. (Dadan Firmansyah --- E-018)****

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Siapakah Penghuni Pertama Ibu Kota Nusantara (IKN)?

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:00 WIB

Ingin Hemat? Saatnya Beralih Ke Motor Listrik

Senin, 28 November 2022 | 18:00 WIB

IA-ITB Tanggap Darurat Bencana gempa Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 21:40 WIB

Meningkatnya Industri Manufaktur Indonesia

Sabtu, 26 November 2022 | 12:00 WIB
X