Menyoal Efek Perang Rusia-Ukraina Terhadap Ekonomi RI

- Jumat, 11 Maret 2022 | 12:07 WIB
Menyoal Efek Perang Rusia-Ukraina Terhadap Ekonomi RI
Menyoal Efek Perang Rusia-Ukraina Terhadap Ekonomi RI

BISNIS BANDUNG -- Konflik Rusia-Ukraina sudah berubah menjadi perang terbuka. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pun ikut menyoroti dampak konflik geopolitik Rusia-Ukraina terhadap kelangsungan bisnis dan perekonomian Indonesia.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani menyampaikan, baik Rusia dan Ukraina bisa disebut sebagai rekan dagang dan investasi yang nontradisional bagi pelaku usaha Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia mencoba untuk membuat sejumlah perjanjian dagang dengan Rusia sebagai bagian dari diversifikasi pasar walau upaya ini belum selesai.

Baca Juga: Konflik Rusia - Ukraina Berdampak Pada Tatanan Ekonomi Dunia

Meski tidak dirinci, Shinta menyebut, kegiatan ekspor-impor dan investasi yang melibatkan Rusia-Ukraina dengan Indonesia masih tergolong mini, bahkan tertinggal jauh bila dibandingkan perdagangan Indonesia dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara.

“Jadi dampak konflik ini secara langsung terhadap relasi perdagangan dan investasi di Indonesia tidak signfikan,” imbuh dia, Kamis (24/2).

Di sisi perdagangan, Indonesia berpotensi mengalami gangguan suplai terutama untuk minyak dan gas (migas), karena adanya embargo global kepada Rusia yang bisa mempengaruhi stabilitas suplai dan harga minyak global.

Di luar itu, Shinta menilai, tidak ada perubahan yang berarti lantaran kontribusi Rusia-Ukraina terhadap ekonomi nasional sangat kecil. Sebagai contoh, perdagangan Indonesia dengan Rusia lebih didominasi oleh produk migas, besi/baja, dan alutsista yang sebenarnya dapat disubtitusi oleh negara lain karena volume perdagangannya tidak dominan, di mana nilai import share-nya hanya sekitar 1%.

Sementara dari sisi ekspor ke Rusia-Ukraina, produk yang cukup dominan diekspor oleh Indonesia adalah Crude Palm Oil (CPO). Walau begitu, jumlah CPO yang diekspor ke Rusia-Ukraina juga tergolong sedikit bila dibandingkan ekspor CPO ke negara-negara lain. Alhasil, mudah bagi Indonesia untuk melakukan diversifikasi atau pengalihan ekspor CPO ke negara lain agar kinerja ekspornya tidak terganggu oleh konflik di Eropa Timur tersebut.

Baca Juga: 4 Gaya Hidup Pebisnis Agar Kaya di Tahun 2022!

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Apakah Anda Wanita Berkelas Simak Faktanya Berikut

Sabtu, 3 Desember 2022 | 15:00 WIB

7 Kebiasaan Pria Yang Bikin Wanita Jatuh Hati

Sabtu, 3 Desember 2022 | 13:00 WIB
X