Ketegangan Antara 2 Negara Ancam TikTok, Bisa Bahayakan?

- Rabu, 23 Februari 2022 | 15:32 WIB
Donald Trump Ancam Blokir TikTok, Bisa Bahayakan?
Donald Trump Ancam Blokir TikTok, Bisa Bahayakan?

Entah kenapa, sikapnya melunak setelah berbicara dengan anggota parlemen dari Republik dan CEO Microsoft Satya Nadella, demikian menurut laporan The New York Times.

Menurut seorang sumber yang mengetahui masalah ini, Trump mengubah keputusannya setelah ada tekanan dari beberapa penasihat dan anggota Republik.

Memblokir TikTok disebut dapat mengurangi dukungan dari pengguna muda menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) AS pada November mendatang. Selain itu, juga ada kemungkinan memicu gelombang tantangan hukum.

Negosiasi antara ByteDance dan Microsoft akan diawasi oleh Committee on Foreign Investment in the United States (CFIUS). Ini adalah panel pemerintah AS yang memiliki hak memblokir perjanjian apa pun.

Di bawah kesepakatan yang diusulkan, Microsoft mengatakan akan mengambil alih operasi TikTok di AS, Kanada, Australia, dan Selandia Baru. Perusahaan memastikan semua data pribadi pengguna AS ditransfer ke dan tetap di AS.

Microsoft dapat mengajak investor AS lain untuk mengakuisisi saham minoritas di TikTok. Namun sejauh ini belum diketahui jumlah dana yang akan dikeluarkan Microsoft untuk membeli TikTok. Reuters pada pekan lalu melaporkan bahwa ekspektasi valuasi ByteDance lebih dari USD 50 miliar.

Terkait isu pemblokiran TikTok, pemerintah AS menuduh TikTok memanen data jutaan pengguna. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, bahkan melarang warga Amerika menggunakan TikTok kecuali mereka menginginkan datanya 'ada di tangan Partai Komunis Tiongkok'.

Isu keamanan mencuat setelah perusahaan keamanan siber Check Point menerbitkan penelitian yang menemukan kerentanan keamanan TikTok, di mana akan membuka data pengguna dan juga rentan terhadap serangan hacker.

Mengutip laman Fortune, TikTok kemudian mengetahui penelitian tersebut pada November 2019, dan mengatakan telah memperbaiki kerentanan pada 15 Desember 2019.

Para pejabat dan aktivis juga mengkritik TikTok karena diduga menyensor konten yang dianggap sensitif atau kontroversial secara politik di China, termasuk video yang berkaitan dengan Tibet, Taiwan, dan protes Lapangan Tiananmen 1989. Namun, TikTok membantah tuduhan sensor tersebut.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

WOW, iOS 16 dapat mengurangi Jejak karbon pada iPhone

Rabu, 14 September 2022 | 06:00 WIB
X