Peristiwa Yang Terjadi di Kanjuruhan Terdapat 129 korban jiwa, 18 jiwa Lainnya Belum Terindentifikasi

- Rabu, 5 Oktober 2022 | 10:13 WIB
Duka cita mendalam atas peristiwa Kanjuruhan, Kabupaten Malang yang memakan korban 129 jiwa yang terkena gas air mata. (Instagram @juragan99)
Duka cita mendalam atas peristiwa Kanjuruhan, Kabupaten Malang yang memakan korban 129 jiwa yang terkena gas air mata. (Instagram @juragan99)

Hal itu membuat Massa berdesakan keluar stadion. Mereka yang terkena gas air mata tersebut mengalami sesak nafas akibat kekurangan oksigen.

Penggunaan gas air mata oleh kepolisian itu mendapatkan kecaman dari Indonesia Police Watch (IPW) dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mereka menyebut hal itu sebagai pelanggaran atas ketentuan FIFA dalam hal pengendalian massa di dalam stadion. Mereka menyatakan bahwa penggunaan gas air mata, dan juga senjata api, di larang dalam aturan FIFA.

Baca Juga: Supporter Tuan Rumah Akan Padati Stadion, Shin Tae-yong Tak Gentar, Optimis Timnas U-23 Kalahkan Vietnam

Selain itu, YLBHI juga menilai ada penggunaan kekerasan berlebihan oleh anggota kepolisian dalam kejadian itu. Mereka pun meminta agar tragedi ini diselidiki oleh tim independen.

Akibat Tragedi Kanjuruhan ini, Presiden Jokowi memerintahkan agar ajang BRI Liga 1 dihentikan sementara. Hal itu diperlukan untuk mengevaluasi prosedur pengamanan pertandingan.

PT Liga Indonesia Baru bahkan langsung menyatakan seluruh pertandingan ditiadakan hingga satu pekan ke depan.***

Halaman:

Editor: Ahmad Farizal

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X