Walaupun Diproduksi Tanpa Telur, Kue Kering Canit Ini Rasanya Tetap Renyah dan Enak

- Rabu, 6 April 2022 | 05:05 WIB
Canit,  kue kering diproduksi tanpa telur. Trend penjualannya kian meroket.  (Dok. Canit)
Canit, kue kering diproduksi tanpa telur. Trend penjualannya kian meroket. (Dok. Canit)

Bisnis Bandung -  Imas Siti Nurhayati pengusaha kuliner dengan merk dagang "nuaaz" menuturkan, sebelum mengeluti usaha kue kering ia memproduksi serundeng kelapa.

Namun pada masa pandemi pemasaran sangat menurun lalu pada tahun 2020 terinspirasi untuk memproduksi kue kering yang beda dengan biasanya.

Imas Siti Nurhayati membuat kue kering tanpa telur, yang diberi nama "canit" yang artinya cantik dan genit.

Baca Juga: Keripik Tulang Cemilan Para Sultan

Imas Siti Nurhayati mengaku usaha yang digelutinya saat ini tidak ada kaitan dengan latar belakang pendidikan ataupun latar belakang keluarganya.

Kemampuan produksi dan pemasaran produk didapatnya dari pelatihan-pelatihan dari dinas seperti Disdagin , Dinas Koperasi dan Rumah Entrepreuneur InBis  LP3I

Bahan baku yang digunakan untuk produksi yakni tepung, maizena, susu, gula, minyak mentega. Untuk memproduksi kue kering "Canit" membutuhkan keahlian.

Baca Juga: Kue Garpu Membawa Kita Bernostalgia Ke Masa Lalu

Untuk waktu produksi menyesuaikan dengan jumlah yang diproduksi. Saat ini jumlah tenaga kerjanya 2 orang.

Imas Siti Nuhayati mengklaim, produknya unik, karena kue ini tanpa menggunakan telur tapi kue tetap renyah dan enak.

Pengusaha kuliner ini pun mengaku, produk sudah mengantongi legalitas, halal, pirt dan sebagainya. Menurutnya legalitas sangat berpengaruh pada penjualan dan lebih percaya diri.

Baca Juga: Kolaborasi Coklat dan Dodol Lahirkan Chocodot

Produk kue kering buatan "nuaaz", untuk kemasan dus 350 gram dijual dengan kisaran harga Rp 40.000 - Rp 45.000, kemasan toples 190 gram kisaran harga Rp 30.000 - Rp 35.000.

Diakuinya dalam sebulan produksi  baru bisa sekitar 200-300 piecs. Dan Alhamdulillah tiap bulan selalu meningkat penjualan terutama bulan puasa.

Segmen pasar produknya yaitu umur 5 tahun - 65 tahun.  

Penjualan masih sekitar Jawa Barat, belum diimpor. Dan masa kadaluarsanya 6 bulan.

Baca Juga: Buah Khas Ramadhan Kaya Manfaat

Pemasaran menggunakan media IG bisnis, Wa bisnis dan marketplace.

Pesaing usahanya adalah pelaku usaha lokal, karena banyaknya yang memproduksi kue kering. "Ciri khas produk tidak memakai telur, dan kemasan yang menarik"

Dikatakannya, kendala yang dihadapi dalam kaitan produksi dan pemasaran yakni bahan baku yang terus naik harganya sedangkan dari sisi pemasaran kendalanya yakni banyaknya pesaing yang memproduksi kue kerin.***

Editor: Yudhi Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keunggulan Abon Ikan Dapur Inong Yakni Varian Rasanya

Minggu, 15 Januari 2023 | 20:30 WIB

Resep Menu Korokke Yang Lezat Untuk Acara Natal 2022

Sabtu, 24 Desember 2022 | 12:30 WIB

Cemilan Kue Kukus Yang Cocok Untuk Natal 2022

Sabtu, 24 Desember 2022 | 11:30 WIB

2 Resep Donat Yang Sering Dibikin Saat Natal

Jumat, 23 Desember 2022 | 11:00 WIB
X