Tren Gaya Hidup Pasca-Pandemi

- Rabu, 20 Oktober 2021 | 20:16 WIB
Tren Gaya Hidup Pasca-Pandemi
Tren Gaya Hidup Pasca-Pandemi

BISNIS BANDUNG -- Pandemi Covid-19 telah mengubah perilaku keseharian warga di berbagai belahan dunia.

Kebiasaan-kebiasaan baru yang muncul akibat pandemi juga diprediksi akan bertahan dalam waktu lama, hingga mengubah gaya hidup dan tren konsumsi masyarakat.

Menurut Eddie Yoon, seorang konsultan bisnis dari Amerika Serikat (AS), beberapa kebiasaan yang akan jadi tren jangka panjang adalah memasak, kerja dari rumah, serta menghindari kerumunan.

Belanja Bahan Makanan dan Masak Sendiri

Eddie Yoon mencatat pada tahun 2017 hanya ada sekitar 10 persen warga AS yang suka memasak di rumah.

Tapi sekarang, survei Hunter Food Study 2020 menunjukkan bahwa sekitar 54 persen warga AS jadi lebih sering masak setelah adanya pandemi Covid-19. Sekitar 35 persennya juga mengaku menikmati kegiatan ini.

"Pada Maret 2020 (awal pandemi), penjualan toko bahan makanan di AS naik sekitar 77 persen dibanding tahun lalu. Sedangkan penjualan restoran turun sekitar 66 persen," tulis Eddie di portal Harvard Business Review.

"Ada kemungkinan dalam situasi kenormalan baru orang-orang akan lebih sering makan di rumah, baik dengan berbelanja bahan makanan dan masak sendiri, ataupun dengan layanan delivery," lanjutnya.

Eddie menilai kebiasaan memasak ini juga berkembang seiring dengan meluasnya penerapan work from home atau kerja dari rumah.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X