H&M Akan Tutup 160 Gerai Sepanjang 2026, Fokus Perkuat Penjualan Digital dan Efisiensi Bisnis

photo author
Gregorius Ariwibowo, Bisnis Bandung
- Jumat, 10 April 2026 | 11:25 WIB
H&M menutup ratusan gerai (pexels.com/@tim-mossholder)
H&M menutup ratusan gerai (pexels.com/@tim-mossholder)

 

Bisnisbandung.com - Toko gerai  H&M, dikabarkan tutup sekitar 160 toko gerai secara permanen sepanjang 2026. 

Kebijakan menjadi bagian dari strategi perusahaan merespons perubahan perilaku konsumen semakin mengarah ke platform digital.

Langkah mencerminkan pergeseran signifikan pola perbelanjaan masyarakat global.

Beberapa tahun terakhir, konsumen cenderung lebih memilih berbelanja secara online dibanding mengunjungi toko fisik.

Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Rugikan Banyak Pihak, Jusuf Kalla Dorong Penyelesaian Cepat

Di tengah tren tersebut, H&M menilai jumlah toko fisik terlalu banyak tidak lagi sepenuhnya relevan. 

Perusahaan mulai mengoptimalkan strategi omnichannel untuk memperkuat pengalaman belanja digital sekaligus rasionalisasi jaringan gerai.

Selain faktor perubahan perilaku konsumen, tekanan biaya operasional  menjadi pertimbangan utama.

Tingginya biaya sewa, logistik, serta tenaga kerja  berbagai negara mendorong perusahaan melakukan efisiensi demi menjaga daya saing di industri fesyen global.

Baca Juga: JK Laporkan Rismon ke Bareskrim, Roy Suryo Beri Dukungan Penuh

Pada laporan keuangan, H&M mengakui  langkah penyesuaian  turut berdampak pada kinerja jangka pendek.

“Optimalisasi portofolio toko memberikan dampak agak negatif terhadap penjualan pada kuartal pertama 2026 karena penutupan dan renovasi toko,” tulis H&M pada laporan keuangan, dilansir dari The Sun, Kamis (9/4/2026).

Meski demikian, perusahaan tetap melanjutkan strategi jangka panjang. 

H&M tidak sepenuhnya menghentikan ekspansi fisik, melainkan membuka toko baru di lokasi strategis  dinilai memiliki potensi tinggi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Alit Suwirya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X