Bisnisbandung.com - Toko gerai H&M, dikabarkan tutup sekitar 160 toko gerai secara permanen sepanjang 2026.
Kebijakan menjadi bagian dari strategi perusahaan merespons perubahan perilaku konsumen semakin mengarah ke platform digital.
Langkah mencerminkan pergeseran signifikan pola perbelanjaan masyarakat global.
Beberapa tahun terakhir, konsumen cenderung lebih memilih berbelanja secara online dibanding mengunjungi toko fisik.
Baca Juga: Polemik Ijazah Jokowi Dinilai Rugikan Banyak Pihak, Jusuf Kalla Dorong Penyelesaian Cepat
Di tengah tren tersebut, H&M menilai jumlah toko fisik terlalu banyak tidak lagi sepenuhnya relevan.
Perusahaan mulai mengoptimalkan strategi omnichannel untuk memperkuat pengalaman belanja digital sekaligus rasionalisasi jaringan gerai.
Selain faktor perubahan perilaku konsumen, tekanan biaya operasional menjadi pertimbangan utama.
Tingginya biaya sewa, logistik, serta tenaga kerja berbagai negara mendorong perusahaan melakukan efisiensi demi menjaga daya saing di industri fesyen global.
Baca Juga: JK Laporkan Rismon ke Bareskrim, Roy Suryo Beri Dukungan Penuh
Pada laporan keuangan, H&M mengakui langkah penyesuaian turut berdampak pada kinerja jangka pendek.
“Optimalisasi portofolio toko memberikan dampak agak negatif terhadap penjualan pada kuartal pertama 2026 karena penutupan dan renovasi toko,” tulis H&M pada laporan keuangan, dilansir dari The Sun, Kamis (9/4/2026).
Meski demikian, perusahaan tetap melanjutkan strategi jangka panjang.
H&M tidak sepenuhnya menghentikan ekspansi fisik, melainkan membuka toko baru di lokasi strategis dinilai memiliki potensi tinggi.
Artikel Terkait
Stok Batubara PLTU Menipis, Ancaman Listrik Nasional Mengintai? Pemerintah Diminta Waspada
Di Balik Optimisme Pemerintah, Ekonom Lihat Sinyal Pelemahan Ekonomi
Pajak Melambat dan TKD Turun, Ekonom Khawatirkan Beban Daerah
Kabar Duka Bos Djarum Meninggal Dunia di Usia 86 Tahun
Paradoks! Afrika Jadi Tempat Pembuangan Mobil, Sementara Negara Pembuat Menikmati Udara Bersih
Eks Menteri ESDM Bongkar “Panggung Belakang” Energi, Ada Negara Raup Untung di Tengah Krisis