Kominfo Blokir Konten Youtuber Muhammad Kece

- Rabu, 25 Agustus 2021 | 13:11 WIB
Kominfo Blokir Konten Youtuber Muhammad Kece
Kominfo Blokir Konten Youtuber Muhammad Kece

BISNIS BANDUNG -- Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memblokir 20 konten milik Youtuber, Muhammad Kece, dan satu konten TikTok yang diduga memiliki muatan penodaan agama dan informasi yang menyinggung Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

"Kominfo telah melakukan pemutusan akses terhadap 20 video dari akun Youtube M. Kece, serta 1 video dari platform TikTok," ujar juru bicara Kominfo, Dedy Permadi, dalam keterangan pers, Senin (23/8).

Menurut Dedy hal itu merupakan upaya para pengelola platform serta kementerian atau lembaga terkait untuk mencegah penyebaran dan penyalahgunaan konten tersebut.

Dedy menjelaskan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diubah menjadi Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016, tindakan pemilik akun Youtube M. Kece dikategorikan sebagai pembuatan konten yang melanggar pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45A.

Laporan Penistaan Agama Muhammad Kece Dipusatkan di Bareskrim

Pasal itu berbunyi, "Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1 miliar."

Selain itu ada beberapa ketentuan perundangan lain yakni PP Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik (PSTE), khususnya pada Pasal 5 terkait larangan bagi Penyelenggara Sistem Elektronik untuk memuat konten yang melanggar aturan dan Pasal 96 terkait klasifikasi dan definisi konten yang melanggar peraturan.

Ada juga Peraturan Menteri (PM) Nomor 5 tahun 2020, khususnya Pasal 13 mengenai kewajiban pemutusan akses terhadap Informasi Elektronik dan Dokumen Elektronik yang dilarang, serta Pasal 15 mengenai ketentuan waktu serta prosedur pemutusan akses konten yang dilarang, serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya.

Di samping itu Dedy juga mengatakan bahwa patroli siber yang dilakukan setiap hari untuk menemukan dan menindaklanjuti konten-konten yang melanggar undang-undang, akan terus dilakukan.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

5 Earphone Olahraga Nirkabel Terbaik

Kamis, 6 Oktober 2022 | 15:00 WIB
X