Sanksi Ekonomi Rusia Berimbas Pada Stabilitas Minyak Dunia Serta Pada Kenaikan Pertamax Di Indonesia

- Minggu, 10 April 2022 | 19:10 WIB
Sanksi energi akan menggangu perdagangan minyak Rusia. Sslain itu akan menganggu stabilitas minyak dunia, dan berpengaruh pada harga minyak Indonesia. (Pixabay)
Sanksi energi akan menggangu perdagangan minyak Rusia. Sslain itu akan menganggu stabilitas minyak dunia, dan berpengaruh pada harga minyak Indonesia. (Pixabay)

Bisnis Bandung - Pengamat Perdaganga Internasional dari Universitas Widyatama, Dwi Fauziansyah Moenardy S.IP,. M.I.Pol menegaskan, perang antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung sampai sekang. Banyak negara-negara barat seperti Amerika dan sekutu bersama-sama memberikan sanksi ekonomi kepada Rusia akibat dari serangan yang dilancarkan ke Ukraina.

Untuk lebih memahami kasus ini, lebih lanjut, sanksi ekonomi adalah hukuman perdagangan dan finansial yang diterapkan oleh satu negara atau lebih melawan negara, kelompok atau individual yang memerintah sendiri yang menjadi target.

Dwi Fauziansyah Moenardy S.IP,. M.I.Pol mengatakan, sanksi ekonomi meliputi berbagai bentuk pembatas perdagangan, tarif dan pembatasan transaksi keuangan.

Baca Juga: Kementerian Pertanian Terus Mendorong Ekspor Pinang pada 2022

Di awal maret Rusia merilis negara-negara yang Rusia rilis daftar 48 negara tidak bersahabat di tengah perangnya dengan Ukraina Berikut daftar negara tidak bersahabat dengan Rusia: Amerika Serikat, Monako, Kanada, Norwegia, Uni Eropa (mencakup 27 negara),San Marino, Makedonia Utara, Inggris (mencakup Jersey, Anguilla, British Virgin Island, Gibraltar), Jepang, Korea Selatan, Australia, Ukraina, Mikronesia, Montenegro, Swiss, Selandia Baru, Albania, Singapura, Taiwan (dianggap sebagai wilayah China, tetapi memerintah sendiri sejak 1949), Andorra , Islandia, Liechtenstein.

Indonesia tidak masuk dalam daftar itu, karena tidak ikut-ikutan menjatuhkan sanksi terhadap Moskow.

Sanksi global ini berdampak pada kenaikkan harga minyak dunia karena banyaknya kekhawatiran investor akan sanksi yang dikenalan negara-negara barat kepada Rusia.

Baca Juga: Perusahaan Anggota Apindo Jabar Optimis Bisa Bayar THR Penuh dan Tepat Waktu

Walau pada minggu ini terjadi penurunan Mengutip Bloomberg, Jumat (8/4/2022), harga minyak mentah berjangka Brent turun 49 sen atau 0,5 persen menjadi di level 100,58 dollar AS per barrel, sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 20 sen atau 0,6 persen ke level 96,03 dollar AS per barrel tetapi secara fundamental pasokan minyak dunia masih sangat ketat.

Halaman:

Editor: Yudhi Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X