Mendagri Minta Daerah Identifikasi Sektor Pangan Terdampak Kekeringan El Nino

- Kamis, 25 Mei 2023 | 11:00 WIB
Tito menjelaskan beberapa titik api atau kebakaran hutan dan lahan karena El Nino (dok jatengprov.go.id)
Tito menjelaskan beberapa titik api atau kebakaran hutan dan lahan karena El Nino (dok jatengprov.go.id)

Bisnisbandung.com-Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian minta daerah lakukan analisis komoditas pangan di daerahnya yang terimbas kekeringan karena EL Nino.

Menurut dia, janganlah sampai peristiwa alam itu tidak terlihat dan memunculkan panik buying sama seperti yang terjadi di Malaysia.

Begitu dikatakannya dalam Rapat Koordinasi Mingguan Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta, "Ini perlu kita cermati yang imbas yang lain ialah permasalahan panen, produksi pangan karena ada kekeringan-kekeringan," ucapnya.

Tito menjelaskan beberapa titik api atau kebakaran hutan dan lahan karena El Nino telah terlihat di beberapa wilayah. Seperti Riau dan Jambi.

Baca Juga: Butuh Perjuangan Extra, Inilah 3 Tipe Wanita Yang Susah Didapatkan

Hingga keadaan ini, menurut dia perlu dicurigai karena pasti berpengaruh pada keproduktifan pertanian.

Dia mengutamakan, hasil identifikasi itu diketemukan ada kekuatan berkurangnya produksi pangan yang berefek tingkatkan inflasi.

"Selekasnya untuk dilaksanakan beberapa langkah intervensi. Khususnya dinas pertanian, perdagangan," katanya.

"Mulai bekerja untuk mempersiapkan, ambil rencana (gagasan) B untuk cari stock untuk memenuhi wilayah masing-masing. Janganlah sampai selanjutnya terjadi panik buying dan memacu peningkatan inflasi," katanya.

Tito juga menyorot peristiwa panik buying air mineral imbas kekeringan yang terjadi di negara tetangga, yaitu Malaysia.

Dia tidak ingin keadaan sama terjadi di Indonesia sampai berefek tingkatkan inflasi.

Baca Juga: 10 Merek Hand Lotion yang Wajib Masuk Body Care Rutin Kamu, Bikin Wangi Tahan Lama!!

Dia menjelaskan saat stok air mineral sebagai salah satunya keperluan mendasar masyarakat terbatas, karena itu hukum dagang juga berlaku.

Harga komoditas itu pasti bertambah karena keinginan yang lebih tinggi sementara stok yang terdapat tidak sanggup penuhi keperluan.

Halaman:

Editor: Alit Suwirya

Sumber: rri.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X