Menggali Bisnis Kreatif Travel Muslim

- Kamis, 10 September 2020 | 17:45 WIB
travel muslim
travel muslim

PRIYADI Abadi, dia salah satu perintis dan penggiat wisata muslim di tanah air. Keterlibatannya dalam edukasi tentang wisata muslim di mancanegara telah melahirkan beberapa komunitas yang concern terhadap travel muslim di negeri ini.

Ketertarikannya terhadap dunia travel sudah muncul saat memilih jurusan perkuliahan di kampus Trisakti. Meski keputusannya ini kurang disukai oleh orangtuanya. “Orangtua bilang buat apa kuliah pariwisata. Kerjanya cuma di hotel, cuci-cuci piring atau bersih-bersih kamar,” kenang pria kelahiran Jakarta, 27 Oktober 1972.

Keyakinan Priyadi bahwa pasar wisata akan menjadi industri yang menjanjikan, tak membuatnya bergeming untuk menggeluti dunia pariwisata. Saat itu, profesi di dunia pariwisata memang belum banyak yang menekuni.

Karier Priyadi dimulai sejak masih kuliah sekitar tahun 1992. Awalnya freelance sebagai pemandu wisata untuk tujuan domestik. Saat itu sempat mendampingi rombongan dari sebuah perusahaan ke Lombok dan Bali. Setahun kemudian meningkat menjadi outbond tour leader seperti ke negara-negera Asia, Australia, Amerika, Eropa dan Timur tengah termasuk umrah.

Vice Chairman Indonesia Tour Leaders Assosiation (ITLA) ini menjalani karirnya merangkak dari mulai staf paling bawah hingga top manajemen di beberapa agen travel. Namun setelah 16 tahun berkecimpung di travel umum, Priyadi melihat dan merasakan betapa sulitnya wisatawan muslim memenuhi kebutuhan dasar terutama untuk ibadah salat dan memperoleh makanan halal di negara non muslim.

“Awalnya, dari keprihatinan saya melihat pelayanan travel umum di Indonesia untuk para muslim kurang memikirkan masalah makan, shalat dan jarang sekali yang melakukan kunjungan ke masjid,” katanya pada wartawan.

Berbekal pengalaman dan penghasilan selama bekerja di agen travel umum dan modal jaringan yang luas, Priyadi memutuskan hijrah dengan merintis usaha mandiri travel muslim. Keinginan tersebut tercapai pada 2010 dengan berdirinya PT Putri Adinda Pratama yang menaungi usaha travel Adinda Azzahra. Izin usaha yang dikantongi untuk umrah plus dan wisata muslim.

Usaha ini juga tidak semata-mata bisnis, tapi ada dorongan untuk menyiarkan Islam lewat tadabur alam dari tempat-tempat yang dikunjungi. “Hikmah saya hijrah ke travel muslim adalah ibadah saya tambah baik,” akunya.

Bukan tanpa rintangan saat merintis bisnis ini, banyak rekan seprofesi meragukan langkah Priyadi. Maklum hampir semua travel muslim hanya berbisnis umrah dan haji yang sudah pasti. Memang, masa-masa awal hanya satu atau dua orang yang diberangkatkan dalam program paket wisata muslim. Karyawan pun belum ada, hanya dibantu istri dan saudara.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Tingkatkan Pemasukan Dengan 3 Level Penghasilan Ini

Sabtu, 4 Februari 2023 | 17:30 WIB

Launching And Gathering Ramadhan Fashion Market 5.0

Selasa, 31 Januari 2023 | 13:36 WIB

Tips dan Trik Bermain Game Carx Street Untuk Pemula

Minggu, 15 Januari 2023 | 19:30 WIB
X