Perusahaan Internet di Hong Kong Blokir Situs Prodemokrasi

- Kamis, 21 Januari 2021 | 17:45 WIB
blokir situs
blokir situs

BISNIS BANDUNG - Perusahaan internet di Hong Kong telah melakukan blokir situs prodemokrasi dengan dalih undang-undang keamanan. Sedikitnya empat penyedia layanan internet di Hong Kong memblokir situs bernama HKChronicles itu.

Mengutip APNews, Selasa (19/1/2021) Hong Kong Broadband Network dalam sebuah pernyataan mengatakan telah menonaktifkan akses ke HKChronicles.

Ia merupakan situs web yang mengumpulkan informasi tentang toko-toko yang telah mendukung gerakan prodemokrasi dan merilis informasi pribadi dan gambar polisi serta massa pro China sebagai bagian dari upaya doxxing selama protes antipemerintah pada 2019.

"Kami telah menonaktifkan akses ke situs web HKChronicles sesuai dengan persyaratan yang dikeluarkan berdasarkan Undang-Undang Keamanan Nasional. Tindakan itu diambil pada 13 Januari," ujar juru bicara Hong Kong Broadband Network.

Sementara itu, pemimpin redaksi situs HKChronicles, Naomi Chan, mengatakan bahwa pengguna di Hong Kong melaporkan situs HKChronicles tidak dapat diakses. Dia menyebut perusahaan telekomunikasi seperti SmarTone, China Mobile Hong Kong, PCCW, dan Hong Kong Broadband Network memblokir akses ke HKChronicles.

"Dengan ini mengecam penyedia jasa internet yang bekerja sama dengan pemerintah China dan Hong Kong untuk membatasi hak dan kebebasan warga negara untuk mengakses informasi," kata Chan dalam sebuah tulisan di HKChronicles.

Dia menyarankan penduduk Hong Kong untuk bersiap menghadapi hal serupa di kemudian hari, termasuk ancaman pemblokiran internet dalam skala lebih besar.

UU Keamanan Nasional

China memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong sejak Juni 2020 lalu.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

5 Earphone Olahraga Nirkabel Terbaik

Kamis, 6 Oktober 2022 | 15:00 WIB
X