news

Blokade AS ke Pelabuhan Iran Dinilai Bisa Jadi Senjata Tekanan dalam Negosiasi

Jumat, 17 April 2026 | 17:00 WIB
Donald Trump, Presiden AS blokade pelabuhan Iran (Tangkap layar YouTube PBS News Hous )

bisnisbandung.com - Kebijakan blokade baru Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran berpotensi menjadi alat tekanan strategis yang signifikan dalam dinamika geopolitik, terutama terkait negosiasi.

Hal ini diungkap oleh Samir Puri, peneliti senior di International Institute for Strategic Studies, seperti dilaporkan Al Jazeera.

Menurut Puri, kebijakan blokade tersebut baru mulai berlaku pada Senin, sehingga efektivitasnya dalam membatasi kemampuan Iran untuk mengekspor dan mengimpor barang masih belum dapat dipastikan.

Baca Juga: Eks Wamenlu Ungkap Kelemahan Diplomasi RI, Singgung Strategi Presiden Prabowo

Meski demikian, ia menilai langkah ini memiliki potensi untuk memberikan “daya ungkit besar” bagi Amerika Serikat.

Tekanan tersebut bisa memengaruhi sikap Iran dalam menghadapi perundingan damai di masa mendatang.

Di sisi lain, situasi keamanan di Lebanon juga menjadi perhatian. Ketika ditanya mengenai kemungkinan Hezbollah mematuhi gencatan senjata, Puri menyebut terdapat “banyak potensi gangguan” yang dapat mengancam stabilitas.

Baca Juga: Kasus Penyiraman Air Keras Berlanjut di Pengadilan Militer, Motif Pelaku Belum Terjawab Tuntas

Ia menambahkan bahwa pemerintah Lebanon diharapkan mengambil langkah konkret untuk mencegah Hezbollah dan kelompok bersenjata lainnya melancarkan serangan.

 Namun, persoalan utama terletak pada bagaimana otoritas negara dapat diberdayakan untuk menjalankan fungsi tersebut isu yang telah lama belum terselesaikan selama puluhan tahun.

Lebih lanjut, Puri juga menyoroti mandat misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang dijadwalkan berakhir pada Desember mendatang.

Hal ini menimbulkan ketidakpastian baru terkait pengaturan keamanan di kawasan tersebut ke depan.

Dengan berbagai faktor tersebut, blokade AS terhadap Iran tidak hanya berdampak pada aspek ekonomi, tetapi juga berpotensi memengaruhi hasil diplomasi.***

Baca Juga: Usaha Bisnis Jerome Polin Tertipu sebesar Rp 38 Miliar, Menantea akan tutup Permanen pada 25 April 2026

Halaman:

Tags

Terkini