Kerajinan Tangan Muti Craft Diproduksi Handmade, Bersaing dengan Produk Impor

- Selasa, 21 Juni 2022 | 15:00 WIB
Pesaingnya lokal dan impor. Harga jual dan kualitas bersaing dibandingkan dengan produk-produk hanmade impor. (Dok. Muti Craft )
Pesaingnya lokal dan impor. Harga jual dan kualitas bersaing dibandingkan dengan produk-produk hanmade impor. (Dok. Muti Craft )
 
Bisnis Bandung - Syarifah Damayanti adalah seorang perajin kerajinan tangan. Pemilik usaha Muti Craft
 
Usaha kerajinan tangan Muti Craft berdiri sejak tahun 2004. Pendiri awalnya adalah ibunya yang mendirikan usaha tersebut. 
 
Muti Craft pada awal berdiri mengadakan kursus gratis kerajinan tangan kepada warga sekitar rumah  dan kursus berbayar untuk program lanjutan.
 
Program kursus berbayar bekerja sama dengan Toko Indori yang berada di jalan Jiguriang (Jofankar samping King).
 
 
Seiring bertambahnya usia Ibunya, Syarifah melanjutkan usaha kerajinan tangan Muti Craft tersebut dengan membentuk tim.
 
Dengan terbentuknya tim inti tersebut usaha Muti Craft bertambah maju. Mengikuti pelatihan-pelatihan dari Dinas KUKM Kota Bandung, menjadi binaan UMKM Kecamatan Babakan Ciparay, pelatihan-pelatihan dan pameran dari Disdagin Kota Bandung, Dekranasda Kota Bandung dan pelatihan-pelatihan serta pameran dari PT pegadaian, papar Syarifah. 
 
Untuk memproduksi beragam kerajinan tangan, bahan baku yang digunakan diantaranya benang, sol sepatu, aksesoris tas, pemidangan, peniti, manik-manik. 
 
Bahan baku yang digunakan kombinasi dari produk lokal dan impor. 
 
Untuk memproduksi beragam kerajinan tangan tersebut, harus memiliki kemampuan merajut, menyulam, dan menjahit.
 
Untuk memproduksi membutuhkan waktu satu hari sampai satu bulan, tergantung jenis produk yang akan diproduksi.
 
 
Tenaga kerja yang dibutuhkan berkisar 1 sampai dengan 10 orang, dan saat ini jumlah tenaga kerja yang dipekerjakan di Muti Craft berjumlah 7 orang tenaga kerja. 
 
Keunggulan produk kerajinan tangan Muti Craft dibandingkan dengan produk sejenis yang beredar dipasaran yakni handmade, memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dalam pengerjaan produknya sehingga mereka bisa mendapatkan uang tambahan, klaimnya. 
 
Diimbuhkan Syarifah, Muti Craft saat ini sudah mengantongi legalitas salah satunya NIB. 
 
Manfaat setelah produk mengantongi legalitas yakni dapat ikut serta dalam kegiatan-kegiatan yang diadakan oleh pemerintah.
 
Selain itu, mempengaruhi konsumen menjadi lebih percaya.
 
Produk kerajinan tangan Muti Craft, dijual dengan kisaran harga Rp 3.000 sampai dengan Rp 2.000.000.
 
Dalam sebulan mampu memproduksi boneka 20 piecs, tas kecil 50 piecs, cover botol minun 50 piecs.
 
Segmen pasar produk yakni anak-anak dan dewasa.
 
 
Produk Muti Craft dijual ke Jawa, Batam, Sumatera, Kalimantan, Papua.
 
"Tiap bulan kami selalu melakukan inovasi, mengikuti kebutuhan pasar" ungkapnya. 
 
"Upaya untuk optimalisasi pemasaran produk yakni memposting foto produk di sosial media dan market place. Pemesaran menggunakan media FB, IG, WA, shopee, Blibli" papar Syarifah. 
 
Diimbuhkannya, untuk meningkatkan kualitas produk usaha selalu mengikuti pelatihan guna meningkatkan kemampuan SDM.
 
"Persaingan cukup ketat, pesaingnya lokal dan impor. Harga jual bersaing dibandingkan dengan produk-produk hanmade impor"
 
"Kendala produksi tenaga kerja terbatas karena jarang yang bisa merajut handmade.
Kendala pemasaran bersaing harga"
 
"Menjawab pertanyaan, selama ini adakah peran serta dari pemerintah dan perbankan terhadap usaha? Ada, mendapatkan bantuan BPUM dari Dinas KUKM mendapatkan fasilitas pameran pasar kreatif 2020 dam 2021 dari Disdagin, mendapatkan sarana usaha berupa mesin jahit dari PT Pegadaian"
 
 
"Faktor yang mempengaruhi angka penjualan produk? Daya beli masyarakat, sekarang lebih mengutamakan kebutuhan pokok"
 
Diungkapkan Syarifah, ciri khas produk tas furing yang sesuai dengan bentuk tas dan ada label muti craft, sehingga bentuk tas rajutnya kokoh, untuk boneka kepala didesain bisa diputar 360 dan baju dapat dilepas pasang, Hoop sulaman desain kijang yang merupakan satwa yang dilindungi dari Jawa Barat.
 
Selain itu ciri khasnya sepatu menggunakan 2 kal jahitan. Jahitan pertama untuk dudukan benang rajut, jahitan kedua untuk merapatkan rajutan ke sol dan menjaga agar tidak terlepas saat jahitan duduknya benang rajut aus akibat gesekan saat pemakaian.***
 
 

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keseruan DCDC Ngabuburit Di Uninus

Jumat, 29 April 2022 | 13:10 WIB
X