Wapres RI : Ketakutan Terhadap Islam Harus Dilawan Terorisme Harus Diberantas, Jangan Dijadikan Komoditas

- Jumat, 8 Oktober 2021 | 11:32 WIB
Fadli:  Buka Cape Di Australia Banjir Di Jabar Dikritisi DPRI
Fadli: Buka Cape Di Australia Banjir Di Jabar Dikritisi DPRI

BISNIS BANDUNG - Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Fadli Zon menyebut bahwa aksi terorisme memang harus diberantas. Namun, jangan justru dijadikan sebagai komoditas. Detasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri sebaiknya dibubarkan. Pernyataan ini disampaikan Fadli lewat sebuah cuitan di akun Twitte pribadi @fadlizon. Dalam cuitannya itu, ia me-retweet sebuah berita berjudul 'Densus 88 Klaim Taliban Menginspirasi Teroris Indonesia'. Masih dalam cuitannya, Fadli  menyebutkan,  bahwa aksi terorisme memang harus diberantas. Namun, jangan justru dijadikan sebagai komoditas. "Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamifobia. Dunia sdh berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jgn dijadikan komoditas," demikian cuitan Fadli, Rabu (6/10/21). Sebelumnya, Direktur Pencegahan Densus 88, Kombes M Rosidi menyatakan, bahwa kemenangan Taliban di Afghanistan menginspirasi kelompok teroris di Indonesia , meski memiliki paham berbeda soal agama. "Euforia kemenangan Taliban ini dapat membawa dampak terhadap keberadaan kelompok teror di Indonesia. Paling tidak, dapat dijadikan sebagai sarana propaganda mereka," kata Rosidi dalam diskusi daring yang digelar Selasa (5/10/21). Dikemukakan Rosidi, jaringan teroris di Indonesia kerap membuat narasi bermodal kemenangan Taliban. Selain itu, mereka juga mengungkit Taliban yang berhasil menguasai Afghanistan usai berpuluh-puluh tahun diduduki Amerika Serikat. Hal ini disampaikan Rosidi merujuk berdasar hasil pemeriksaan terhadap anggota Jamaah Islamiyah yang ditangkap. "Dalam interogasi terhadap salah satu pimpinan Jamaah Islamiyah (JI) yang beberapa waktu lalu kita tangkap dimana dia dalam ceramahnya menyampaikan kepada jamaahnya untuk terus istiqomah sebagaimana yang dilakukan oleh Taliban," tuturnya. Taliban berhasil menguasai Istana Kepresidenan Afghanistan dan menduduki pusat pemerintahan di Ibu Kota negara tersebut, yakni Kabul pada 15 Agustus 2021 lalu. Mullah Mohammad Hasan Akhund lantas didapuk sebagai pimpinan utama pemerintahan baru  di Afghanistan.

 Ketakutan terhadap Islam harus dilawan

Sementara itu  Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan,  tren ketakutan terhadap Islam atau Islamophobia harus dilawan. "Cara pandang yang selalu mengeneralisasi dan negatif ini harus kita lawan. Namun di saat yang sama umat juga perlu introspeksi," kata Ma'ruf saat menyampaikan pidato kunci pada Dies Natalis ke-17 FISIP Universitas Brawijaya Malang secara daring, beberapa waktu lalu "Jika diteliti lebih dalam, sumber utama dari kebencian terhadap Islam adalah ketidaktahuan atau ketidakpahaman terhadap apa Islam itu," ujarnya. Sementara persepsi negatif terhadap Islam, juga terus berkembang karena berbagai konflik , banyak terjadi di negara Islam, khususnya Timur Tengah. Selain itu, pusat-pusat pendidikan berbasis Islam juga mendapat stigma negatif karena dianggap sebagai tempat pembibitan ideologi ekstrem dan radikal. "Generalisasi terhadap peran negatif madrasah diperoleh hanya karena orang Barat melihat bahwa beberapa pelaku teroris merupakan alumni madrasah," ungkap Ma;ruf Amin. Melihat berbagai tantangan itu, Ma'ruf mengatakan, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia memiliki tanggung jawab untuk menjelaskan ajaran Islam yang sesungguhnya, yaitu ajaran Islam yang rahmatan lil aalamin (Allah SWT mengabarkan bahwa Dia telah menjadikan Muhammad sebagai rahmat bagi semesta alam. Yaitu, Dia mengutusnya sebagai rahmat untuk kalian semua). "Islam yang wasathiyah (ajaran Islam yang mengarahkan umatnya agar adil, seimbang, bermaslahat dan proporsional dalam semua dimensi kehidupan - red) dan tentu Islam yang ahlusunnah wal jama'ah (mengiikuti dan berpegang teguh dengan sunnah Nabi – red) dalam hal ini pesantren harus mampu mengambil peran yang signifikan," ujar Ma'ruf Amin menambahkan. (B-003) ***

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Siapakah Penghuni Pertama Ibu Kota Nusantara (IKN)?

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:00 WIB

Ingin Hemat? Saatnya Beralih Ke Motor Listrik

Senin, 28 November 2022 | 18:00 WIB

IA-ITB Tanggap Darurat Bencana gempa Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 21:40 WIB

Meningkatnya Industri Manufaktur Indonesia

Sabtu, 26 November 2022 | 12:00 WIB
X