Jazilul: Harus Melakukan Terapi Kesabaran Risma Suka Marah-marah Di Depan Publik

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 12:57 WIB
Jazilul: Harus Melakukan Terapi Kesabaran Risma Suka Marah-marah Di Depan Publik
Jazilul: Harus Melakukan Terapi Kesabaran Risma Suka Marah-marah Di Depan Publik

BISNIS BANDUNG - Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menyarankan Bu Risma untuk melakukan terapi kesabaran. Jazilul merespons Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini  yang suka marah-marah di depan publik ketika melakukan kunjungan kerja ke beberapa daerah di Indonesia.

 "Menurut saya, mungkin Bu Risma perlu ikut terapi kesabaran," kata Gus Jazil melalui layanan pesan, Selasa (5/10). Baca Juga: Risma Memarahi ASN di Kalteng, Teras Narang Sampaikan Keprihatinan ke Tjahjo Kumolo Wakil Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menyatakan pejabat sekelas menteri sebaiknya tidak memberikan arahan dengan nada tinggi, sebab hal itu dapat menimbulkan ketersinggungan.  "Menurut saya, bijaksanalah dalam bertindak dan menyampaikan ucapan," ujar dia. Sedangkan Ketua Yayasan Keadilan Masyarakat Ferdinand Hutahaean menyebut , Risma marah menyikapi perbedaan data bansos saat kunjungan kerja ke Gorontalo, Kamis (30/9) lalu.  Ferdinand berharap Risma bisa menggunakan cara lain ketika melihat ketidakberesan di lingkungan pemerintahan.  "Saya tetap mengusulkan dan memberi saran kepada Risma untuk marah dan keras dengan cara yang lebih terhormat dan elegan sebagai pemimpin. Tidak usah main fisik,"ujar Ferdinand.

Anggota DPD Agustin Teras Narang mengungkan rasa prihatin dengan sikap Mensos Tri Rismahari  Risma yang memarahi secara keras dan di depan umum aparatur sipil negara (ASN) sekaligus Kepala Dinas Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, Elmon Sianturi.  Teras Narang  menyampaikan keprihatinannya atas sikap Risma itu kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Tjahjo Kumolo.   "Teguran itu, menurut pandangan saya, tidak tepat dilakukan oleh seorang pejabat yang diminta oleh presiden untuk membantu tugasnya selaku kepala pemerintahan dalam bidang sosial," ujar Teras Narang saat Rapat Kerja Komite I DPD dengan Tjahjo Kumolo dan plt kepala BKN di DPD, Senin (4/10/21).  Dikemukakan Mantan Gubernur Kalimantan Tengah ,  prinsip saling menghormati dan tutur kata arif, yaitu "di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung", hendaknya dimaknai dan diterapkan pejabat negara. "Saya paham tugas (menteri sosial) itu tidak mudah. Namun, tetap harus saling hormat-menghormati dengan cara yang tepat, adalah sangat arif dan bijaksana dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini," ungkap Teras Narang menegaskan.

Sementara Ketua MPR Bambang Soesatyo juga menyoroti aksi Menteri Sosial Tri Rismaharini yang kerap marah di ruang publik. Bambang menilai pejabat yang karib disapa Bu Risma itu perlu rileks agar pikiran jernih dan tidak mudah marah-marah. "Mungkin memerlukan istirahat, rileks, supaya pikiran jernih dan terbuka," kata Bambang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/10). Pemimpin harus menjadi contoh dan teladan sehingga tidak perlu sering marah-marah di depan publik. Menurut Bamsoet, kemarahan pemimpin bisa diluapkan di ruang tertutup sehingga anak buah tidak tersakiti. "Jadi, yang penting adalah pesan sampai tetapi harga diri seseorang tidak boleh dilukai," jelas Bamsoet

Pria yang akrab disapa Bamsoet menyarankan politikus PDI Perjuangan itu memperbanyak istirahat sejenak agar pemikirannya kembali tenang. Bamsoet berharap dengan istirahat, kinerja mantan Wali Kota Surabaya, Jawa Timur, itu bisa tetap terjaga dengan baik. Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengomentari sikap Mensos Tri Rismaharini yang sering marah-marah dalam setiap kunjungan kerja. Sebelumnya, Risma memarahi pendamping penerima PKH Kabupaten Gorontalo saat rapat pemadanan data penerima bantuan sosial.   Amarah Risma memuncak saat pendamping PKH menyebutkan 68 orang penerima manfaat tidak menerima bantuan lantaran saldo di dalam rekening bank masih nol. Pendamping PKH itu menyebutkan 68 orang penerima dicoret dari data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS).

Namun, setelah diperiksa, nama 68 penerima manfaat itu tidak dicoret dari DTKS. Risma kemudian berjalan menghampiri pria yang terlihat memakai kemeja merah, sambil menunjuk menggunakan benda seperti pulpen. "Tak tembak kamu ya, kamu tak tembak, ya," ucap Risma kepada pria yang mengenakan kemeja pendamping PKH itu dihadapan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan hadirin. Gubernur Gorontalo menilai kemarahan Risma sebagai tindakan tidak pantas diakukan pemimpin negara di depan publik. “Saya tersinggung,” ujar Rusli. (B-003) ***

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Siapakah Penghuni Pertama Ibu Kota Nusantara (IKN)?

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:00 WIB

Ingin Hemat? Saatnya Beralih Ke Motor Listrik

Senin, 28 November 2022 | 18:00 WIB

IA-ITB Tanggap Darurat Bencana gempa Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 21:40 WIB

Meningkatnya Industri Manufaktur Indonesia

Sabtu, 26 November 2022 | 12:00 WIB
X