Selama PPKM Level 4 Banyak Hotel Tutup dan Akan Dijual

- Rabu, 1 September 2021 | 10:40 WIB
Selama PPKM Level 4 Banyak Hotel Tutup dan Akan Dijual
Selama PPKM Level 4 Banyak Hotel Tutup dan Akan Dijual

Bisnis Bandung, (BB) --- Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia - PHRI Jawa Barat,  Herman Muchtar mengatakan, pelaku usaha hotel dan restoran di Jawa Barat sangat bersukur dan berterimakasih kepada pemerintah terkait diturunkannya level PPKM level 4 menjadi level 3 di sejumlah wilayah, termasuk Jawa Barat. Penurunan level PPKM dari level 4 ke level 3 sangat positif, karena akan berpengaruh terhadap okupansi hotel dan restoran.

Herman Muchtar mengungkapkan, selama PKKM level 4, kondisi hotel dan restoran sangat memperhatinkan, pasalnya untuk operasional saja tidak ketutup. Rata-rata tingkat okupansi kurang lebih hanya diangka 10 %. "Selama PPKM level 4 yang dirumahkan meningkat tapi belum disurvei jumlahnya. Hotel banyak yang tutup dan juga banyak hotel yang mau dijual juga meningkat.Pelaku usaha yang bergerak di industri perhotelan dan kepariwisataan berharap awal September PPKM sudah menurun di Jabar diharapkan sudah masuk zona hijau," ungkapnya kepada Bisnis Bandung (BB), di Bandung.

Ketua Asita Jabar Budijanto Ardiansjah mengemukakan, pelaku usaha kepariwisataan yang tergabung kedalam Asita, menyambut baik penurunan level PPKM dengan harapan bisa melonggarkan pelaksanaan kegiatan pariwisata. Dengan adanya penuruna level PPKM, diharapkan bisa dilakukan pelonggaran persyaratan perjalanan dan kegiatan pariwisata di Jabar. Jika ada pelonggaran kegiatan tentu saja akan meningkatkan angka kunjungan. Tapi semuanya tetap harus dilaksanakan dengan prokes yang ketat.

Budijanto Ardiansjah menegaskan,  selama pandemi, selama diberlakukannya PPKM level 4 hampir semua tenaga kerja yang bergerak di industri kepariwisataan dirumahkan. Biasanya hanya mendapat setengah atau seperempat gaji. Bahkan tidak hanya tenaga kerja, ada beberapa yang juga sudah mulai untuk menjual hotelnya. "Saat ini promosi-promosi sudah mulai dilakukan kembali. Kita berharap penurunan level bisa terus menerus sehingga akhir tahun ini semua pelaku pariwisata bisa panen kembali pada saat itu"

Orang nomor satu di Asita itu pun mengimbuhkan, penerapan prokes yang ketat harus terap dilakukan dan. menjadi tanggung jawab kita semua. Karena jika terjadi pelanggaran direlomendasikan untuk ditutup lagi. "Kami yang bergerak di sektor/industri kepariwisataan berharap ada peningkatan jumlah masyarakat yang divaksin serta semakin dilonggarkannya aturan aktifitas pariwisata dengan prokes yang ketat, penguatan CHSE", pungkasnya kepada BB.  (Dadan Firmansyah --- E-018)****

Editor: Administrator

Tags

Terkini

X