AKIBAT ALBUM YANG TAK KOPLO AKHIRNYA FEEL KOPLO TERSERET DI DCDC PENGADILAN MUSIK

- Jumat, 25 Juni 2021 | 09:15 WIB
DCDC 1
DCDC 1

Mungkin selama ini kita tahu bahwa musik dangdut kerap diidentikkan dengan musik populer akar rumput yang digemari kelas menengah bawah. Akan tetapi, menurut dua anak muda asal Bandung, Maulfi Ikhsan dan Tendi Ahmad yang membentuk FEEL KOPLO yang berdiri resmi sejak tahun 2018. musik dangdut yang khas dengan kendang merupakan musik rakyat yang bisa membuat siapa saja berjoget, Berangkat dari kegelisahan itulah maka mereka mencoba bereksplorasi memainkan dangdut yang dikemas secara elektronik. Diawali dengan tampil di  perayaan malam Halloween di Bandung, mereka mencoba meramu musik-musik pop Indonesia yang diremix dengan musik dangdut.

-
Hingga diakhir tahun 2020 FEEL KOPLO hadir dengan single perdana yang berjudul "Akulturasik". Kemudian pada bulan Maret 2021 mereka akhirnya meluncurkan mini-album perdananya berjudul "A Culture A6" yang berisikan enam lagu di dalamnya, tiga lagu orisinal termasuk “Hura Haru” dan tiga remix dari teman-teman musisi lainnya, yaitu Grup The Panturas, Closehead, dan Rocket Rockers.

Akibat dari karya terbarunya tersebut, FEEL KOPLO terseret jadi terdakwa dan diadili serta unjuk kompetensi perform dadakan di DCDC Pengadilan Musik secara Virtual di Kantin Nation The Panas Dalam pada Jumat, 18 Juni 2021 lalu pukul 19.00 WIB yang disiarkan streaming melalui www.djarumcoklat.com. Mereka pun  diadili untuk menjawab beberapa pertanyaan perangkat pengadilan seperti dua Jaksa Penuntut, yaitu Budi Dalton dan Pidi Baiq. Lalu mereka dibela oleh Yoga (PHB) dan Ruly Cikapundung. Pengadilannya dipimpin oleh seorang Hakim yaitu Man (Jasad) dan jalannya persidangan diatur oleh Eddi Brokoli sebagai Panitera.

-

Grup FEEL KOPLO selaku tardakwa DCDC Pengadilan Music lewat peronilnya Maulfi Ikhsan menuturkan, “Kami merasa lega & bangga, karena sebelumnya kami juga sudah pernah melihat langsung pengadilan music yang dilakukan kepada musisi-musisi lainnya dan sekaligus sebagai pembuktian aja dari FEEL KOPLO bahwa kita sudah bisa mengeluarkan mini album atau karya sendiri yang tadinya hanya bisa meremix lagu-lagu orang lain saja. Serta berkat pandemic juga kita punya banyak waktu, untuk dipergunakan menghasilkan satu karya.

Sementara Tendi Ahmad pun menambahkan, “Dalam EP mini album kita ini ada 3 lagu original nech, lalu kenapa kita hanya meremix lagunya itu stengah-setengah? Karena FEEL KOPLO ini juga identik dengan meremix lagu-lagu orang jadi biar para fansnya tidak merasa asing atau kaget dengan karya kami makanya sampai kapan pun albumnya dibuat mix antara karya sendiri dengan meremix lagu orang lain”.

Alhasil, segment persegment DCDC Pengadilan musiknya berjalan dengan lancar. Bahkan terdapat beberapa gimic pertanyaan seputar wawasan kebangsaan, sejarah musik yang dikemas secara humor, sehingga membuat tawa para kru syuting yang berada di lokasi. Selain itu juga, selama setahun lebih pun pandemi masih belum teratasi di negara-negara dunia khususnya Indonesia, tapi tidak membuat tim syuting DCDC Pengadilan Musik untuk melakukan kegiatan shooting, dengan terus menerapkan protokol kesehatan dari pemerintah.

-

Galuh Nuramadani Putri selaku Project Officer ATAP Promotions menyebutkan bahwa, “Sejauh ini sebisa mungkin kita beraktivitas dan juga berkarya agar teman-teman musisi atau pun vendor lainnya msih tetap bisa beraktivitas meskipun via virtual, selain itu juga untuk prokes sendiri bagi teman-teman Talent kita biasanya minta mereka untuk memastikan bahwa tidak ada yang bergejala atau pun sedang bergejala/sakit atau amit-amit positif Covid 19 dan kalaupun ada kita langsung ganti talent/ rubah konsepnya”. Galuh pun menambahkan, “Untuk tim sendiri, kita rutin melakukan pemeriksa setiap 2 minggu sekali, apalagi dengan adanya program-program seperti ini tentunya selalu protocol kesehatan nomor satu”.. (E-009)***

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Siapakah Penghuni Pertama Ibu Kota Nusantara (IKN)?

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:00 WIB

Ingin Hemat? Saatnya Beralih Ke Motor Listrik

Senin, 28 November 2022 | 18:00 WIB

IA-ITB Tanggap Darurat Bencana gempa Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 21:40 WIB

Meningkatnya Industri Manufaktur Indonesia

Sabtu, 26 November 2022 | 12:00 WIB
X