Penembakan Oleh Polisi Terhadap Laskar FPI  AII : Pembunuhan Yang Terjadi Di Luar Hukum

- Jumat, 11 Desember 2020 | 13:32 WIB
AII
AII

BISNIS BANDUNG - Amnesty International Indonesia (AII) menyebut tindakan kepolisian yang melakukan penembakan terhadap enam pendukung pemimpin  Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di kawasan Cikampek, Senin dini hari awal pekan ini berpotensi menjadi unlawful killing alias pembunuhan yang terjadi di luar hukum.

"Polisi  hanya dibolehkan untuk menggunakan kekuatan atau kekerasan, terutama dengan senjata api, sebagai upaya terakhir. Itu pun harus merupakan situasi luar biasa untuk melindungi keselamatan dirinya dan atau orang lain. Jika tidak,  tindakan itu bisa tergolong unlawful killing,"ujar Direktur Eksekutif AII Usman Hamid melalui keterangan tertulis, Senin (7/12/20).

Baca Juga : Saat Bentrokan Polisi Dan FPI CCTV Jalan Tol Mati Arwani :  Perbaikan Terlalu Lama

"Penggunaan kekuatan, kekerasan dan senjata api yang melanggar hukum oleh polisi tidak boleh dibenarkan, terlebih lagi bila digunakan dalam kasus yang terkait dengan pelanggaran protokol kesehatan yang seharusnya tidak berakhir dengan kekerasan," lanjut Usman.

Usman meminta agar Komnas HAM andil mengusut kasus ini, begitu pula Komisi III DPR RI yang menurutnya perlu aktif mengawasi dan mengontrol pemerintah dan jajaran kepolisian.

Usman juga meminta polisi mampu mengungkap kasus penembakan ini secara transparan kepada publik dan harus ada penjelasan tentang apakah petugas yang terlibat dalam insiden penembakan ini secara jelas mengidentifikasi diri  sebagai aparat penegak hukum sebelum melepaskan tembakan .

"Polisi harus transparan mengungkap kejadian tersebut, terutama menyingkap penyebab terjadinya penembakan Jika polisi yang terlibat dalam insiden itu melanggar protokol tentang penggunaan kekuatan dan senjata api, mereka harus diungkap secara terbuka dan diadili sesuai dengan hukum dan hak asasi manusia," ungkap Usman.

Selain AII, Indonesia Police Watch (IPW) juga mendesak pemerintah membentuk tim pencari fakta independen untuk mengungkap perkara yang terjadinya penembakan , hingga menewaskan enam simpatisan Rizieq itu. Enam orang simpatisan FPI meninggal dunia ditembak polisi karena diduga menyerang petugas yang mengintai.

Dalam kasus ini, menurut versi Polda Metro Jaya, polisi diserang oleh simpatisan Rizieq saat mengintai rombongan dalam penyelidikan terkait pengerahan massa untuk mengawal pemeriksaan Rizieq . Sementara, FPI mengklaim bahwa mereka diserang oleh orang tak dikenal (OTK) saat sedang mengawal kegiatan Rizieq. (B-003) ***

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Kapolri Mengawasi Penggunaan Anggaran Pemda

Kamis, 2 Februari 2023 | 16:15 WIB

Ini Syarat Membuat SIM C1 dan SIM C2

Rabu, 1 Februari 2023 | 19:05 WIB

Ini Penyebab Pelat Nomor RF Tak Lagi Diberlakukan

Rabu, 1 Februari 2023 | 18:05 WIB

Efektifkah Penambahan 70 Kamera ETLE Di Jakarta

Rabu, 1 Februari 2023 | 17:05 WIB

Sudah Siap kah Pelayanan BPKB elektronik

Selasa, 31 Januari 2023 | 18:50 WIB

Ini Tanggapan Jokowi Soal Kenaikan Biaya Haji

Selasa, 31 Januari 2023 | 17:20 WIB
X