Kab.Bogor & Sukabumi Dilanda Banjir Bandang 3 Hanyut Masih Dicari

- Selasa, 22 September 2020 | 15:44 WIB
Kab.Bogor & Sukabumi  Dilanda Banjir Bandang 3 Hanyut Masih Dicari
Kab.Bogor & Sukabumi Dilanda Banjir Bandang 3 Hanyut Masih Dicari

BISNIS BANDUNG—Banjir bandang terjadi di Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi, akibat hujan yang sangat deras, Senin malam (21/9/2020). Bahkan, Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Sukabumi masih mencari tiga orang yang diidentifikasi hanyut akibat banjir besar itu.

Tiga kecamatan yang terdampak banjir bandang di Kabupaten Sukabumi, adalah Kecamatan Cicurug, Kecamatan Parung Kuda, dan Kecamatan Cidahu. Lima desa yang terdampak banjir di Kecamatan Cicurug adalah Desa Pasawahan, Cisaat, Mekarsari, Bangbayang, dan Kelurahan Cicurug. Sedangkan desa terdampak di Kecamatan Parung Kuda adalah Desa Langensari dan Desa Kompa. "BPBD Kabupaten Sukabumi mencatat 20 orang mengalami luka-luka dan 210 keluarga mengungsi dari Kecamatan Cicurug. Hingga pukul 22.00 WIB Senin (21/9), petugas masih mendata di tiga kecamatan terdampak," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya, Selasa ini.

BPBD Kabupaten Sukabumi mengidentifikasi kerusakan di tiga kecamatan tersebut, yaitu 306 rumah terendam dengan enam rumah rusak berat dan tiga rumah rusak sedang. Sarana publik yang terdampak, antara lain 10 jembatan rusak berat dan satu mushola terendam.

Hujan dengan intensitas tinggi pada Senin (21/9) menyebabkan Sungai Citarik-Cipeuncit meluap pada pukul 17.00 WIB yang menyebabkan banjir bandang di wilayah Kabupaten Sukabumi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor mencatat terjadinya banjir dan tanah longsor akibat hujan deras tersebut.  Banjir terjadi di Pamijahan dan Jalur Puncak (Megamendung), sedangkan longsor di Caringin dan Cijeruk.

Sekretaris BPBD Kabupaten Bogor Budi Pranowo mengatakan, banjir yang terbilang parah terjadi di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan. Banjir terjadi akibat meluapnya Sungai Cianten. Meluapnya aliran sungai yang terjadi sejak pukul 14.30 WIB hingga petang itu menghancurkan sebuah jembatan dan tambak ikan.

Sementara itu, kejadian longsor paling parah terjadi di Desa Pancawati, Kecamatan Caringin. Material longsor yang menutup akses jalan sekitar pukul 17.00 WIB itu sempat menimbun beberapa orang. Tetapi, kini semua korban sudah berhasil dievakuasi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Citeko, Cisarua, Kabupaten Bogor,  mencatat curah hujan berkategori ekstrem di Kawasan Puncak, Cisarua.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Siapakah Penghuni Pertama Ibu Kota Nusantara (IKN)?

Jumat, 2 Desember 2022 | 21:00 WIB

Ingin Hemat? Saatnya Beralih Ke Motor Listrik

Senin, 28 November 2022 | 18:00 WIB

IA-ITB Tanggap Darurat Bencana gempa Cianjur

Sabtu, 26 November 2022 | 21:40 WIB

Meningkatnya Industri Manufaktur Indonesia

Sabtu, 26 November 2022 | 12:00 WIB
X