Perkembangan Teknologi Luar Angkasa China

- Kamis, 14 Januari 2021 | 17:45 WIB
teknologi luar angkasa china
teknologi luar angkasa china

Stasiun luar angkasa ini juga akan membawa mesin yang dapat menghasilkan oksigen tambahan.

Stasiun luar angkasa China juga akan memiliki ruang untuk eksperimen sains di berbagai bidang mulai dari astronomi hingga fisika dasar hingga sains kehidupan, menggunakan lebih dari selusin rak eksperimen.

  1. Chang'e 4 meneliti batuan Bulan

Robot penjelajah (rover) Yutu dan misi Chang'e 4 milik Badan Antariksa China (CNSA) kembali terbangun untuk ketiga kalinya pada 3 Maret 2018 lalu. Mereka ditidurkan ketika sisi terjauh Bulan ada di situasi malam. Satu malam di bulan sama dengan 14 hari waktu Bumi. Pasalnya total siang-malam di Bulan sama dengan 29,5 hari di Bumi.

CNSA menyebut robot rover itu bekerja normal setelah berdiam cukup lama di dinginnya malam di bulan yang bisa mencapai minus 180 derajat. Suhu sedingin itu terjadi lantaran matahari tak menyinari sisi tersebut dalam jangka waktu lama. Sehingga, panel surya di kedua perangkat ini berada pada mode standby hingga siang di bulan menjelang.

Mereka kembali bekerja untuk menjepret penampakan di sisi terjauh Bulan. Robot penjelajah dalam misi Chang'e 4, Yutu 2 menjepret foto lanskap yang menunjukkan medan tempat robot penjelajah tersebut berada.

  1. China bangun teleskop raksasa pemburu alien

Ambisi China untuk menemukan alien dan misteri alam semesta lainnya seakan semakin besar. Tak cukup memiliki satu teleskop radio raksasa, kini China membangun lagi satu teleskop besar lainnya. Selain berukuran luar biasa besar, teleskop ini juga bisa digerakkan berputar dan menargetkan ke arah tertentu.

Saat ini, teleskop radio yang bisa digerakkan dengan ukuran paling besar di dunia ada di Virginia Barat, Amerika Serikat. Teleskop tersebut dikenal dengan Green Bank.

Sementara teleskop radio raksasa di China ini dinamai Xingjiang Qitai 110m Radio Telescope (QTT). Teleskop radio yang dapat diarahkan ini berlokasi di Kawasan Otonomi Xinjiang Uygur, sebelah barat laut China.

Diameter QTT berukuran 10 persen lebih lebar dari Green Bank. Ruang pengamatan QTT mencakup hingga 75 persen langit.

  1. China luncurkan misi ke Mars

China luncurkan robot explorasi Mars bernama Tianwen-1 pada Juli 2020 lalu. Probe atau robot China ini dilaporkan telah menempuh perjalanan lebih dari 400 juta kilometer pada Minggu(3/1).

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

7 website Penyedia Gambar Gratis Terbaik

Selasa, 29 November 2022 | 17:00 WIB

Penting! Inilah Skill Yang Harus Dimiliki Programmer

Jumat, 25 November 2022 | 10:30 WIB
X