BPS Mencatat, Jumlah Penduduk Miskin di Jabar Sempat Turun pada 2021, Namun Kembali Naik pada 2022, Ada Apa?

- Jumat, 15 Juli 2022 | 21:41 WIB
Data BPS Jabar yang Menunjukkan Kemiskinan di Jawa Barat (BPS Jabar)
Data BPS Jabar yang Menunjukkan Kemiskinan di Jawa Barat (BPS Jabar)

"Masa pemulihan sudah bagus, namun sekitar Januari-Februari ada gejolak perang yang berdampak pada kenaikan harga energi yang mengakibatkan kenaikan harga pangan di semua provinsi," tuturnya.

Namun, menurut Marsudijono, kenaikan pendapatan masyarakat tidak bisa mengimbangi kemiskinan.

Banyaknya masyarakat yang beralih dari pekerjaan formal ke informal pun menjadi salah satu faktor naiknya angka kemiskinan, karena kualitas pendapatan mereka tidak seperti dahulu.

Baca Juga: CoinFlex Membuka Kembali Penarikan Pelanggan Terbatas

Dirinya pun mengatakan, masyarakat banyak yang beralih menjadi pekerja keluarga, yaitu pekerjaan yang dilakukan bersama keluarga secara informal, "Misalkan anak membantu saat bekerja tapi kan tidak dibayar."

BPS pun mencatat, angka kumulatif inflasi pada September 2021 hingga Maret 2022 mencapai 2,22 persen, lebih tinggi jika dibandingkan periode Maret-September 2021 yang mencapai 0,51 persen.

Kenaikan inflasi tersebut terjadi karena melonjaknya harga beberapa komoditas yang menjadi basket komoditas Garis Kemiskinan, seperti minyak goreng, beras, telur ayam ras, daging ayam ras, dan gula pasir.

Berdasarkan survei BPS, selama Maret 2021 hingga Maret 2022, Garis Kemiskinan naik sebesar 5,89 persen yaitu dari 427.402 rupiah perkapita perbulan menjadi 452.500 rupiah perkapita perbulan.

Peran komoditi makanan pun menyumbang 73,85 persen terhadap Garis Kemiskinan dibandingkan nonmakanan yang menyumbang 26,15 persen.***

Halaman:

Editor: Yayu Rahayu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jambore Talenta Digital Buka Cakrawala Informatika

Jumat, 16 Desember 2022 | 17:45 WIB

Fun Synergy Bandung Cluster, Pererat Silaturahmi Media

Selasa, 29 November 2022 | 09:00 WIB
X