seputar-bandung-raya

Farhan Buka-Bukaan “Rapor Merah” Kota Bandung, Soroti Stunting hingga Ancaman Kesehatan

Rabu, 1 April 2026 | 21:00 WIB
Muhammad Farhan, Wali Kota Bandung (Tangkap layar YouTube Rhenald Kasali)

bisnisbandung.com - Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengungkap berbagai persoalan serius yang tengah dihadapi Kota Bandung.

Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang melambat hingga masalah kesehatan lingkungan yang mengkhawatirkan.Kondisi ini ia sebut sebagai “rapor merah” yang harus segera dibenahi.

Farhan mengaku terkejut saat pertama kali melihat data terbaru mengenai kondisi kota yang ia pimpin.

Salah satu yang menjadi sorotan adalah pertumbuhan ekonomi Kota Bandung pada 2024 yang berada di bawah ekspektasi.

Baca Juga: PBB Diragukan, Desakan RI Mundur dari UNIFIL Menguat Jika Israel Tak Kena Sanksi Berat

“Fakta bahwa tiba-tiba rapor kita itu enggak bagus. Pertumbuhan ekonomi 2024 hanya 4,99%,” ujarnya di YouTube Rhenald Kasali.

Selain itu, masalah kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian serius. Ia mengungkapkan bahwa angka stunting di Kota Bandung masih tergolong tinggi, bahkan melampaui 20 persen, meski kota ini dikenal memiliki tingkat pendapatan yang relatif baik.

Tak hanya itu, kasus tuberkulosis (TBC) juga menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Farhan menyebut jumlah penderita mencapai puluhan ribu dengan rasio yang dinilai tinggi untuk ukuran kota besar.

“TBC-nya itu angkanya sampai 18.000,” kata Farhan.

Baca Juga: Pengamat Menduga Ada Kelalaian dari UNIFIL, Tiga Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel

Persoalan lain yang tak kalah mengejutkan adalah kondisi sanitasi di kawasan permukiman. Ia menemukan bahwa hampir sepertiga rumah di Kota Bandung belum memiliki septic tank, yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan.

“Faktanya menakutkan, hampir sepertiga perumahan pemukiman di Kota Bandung itu tidak memiliki septic tank,” ungkapnya.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah kota untuk mulai fokus pada perbaikan kualitas lingkungan, termasuk rencana pengujian kandungan bakteri E. coli pada sumber air baku.

Farhan juga menyoroti kondisi salah satu sumber air di Curug Dago yang dinilai sudah mengalami penurunan kualitas.

Halaman:

Tags

Terkini