Mendapat Penghargaan Tanda Kehormatan Presiden RI, Siapa Ajip Rosidi dan Gugum Gumbira Itu?

- Senin, 15 Agustus 2022 | 10:27 WIB
Tokoh nasional berkenaan Peringatan Hari Kemerdekaa RI (Foto: diolah dari google)
Tokoh nasional berkenaan Peringatan Hari Kemerdekaa RI (Foto: diolah dari google)

Bisnisbandung.com - Presiden RI Joko Widodo, 12 Aguanstus 20 22 menganugerahkan tanda kehortmatan berkenaan Peringatan Hari Kemerdekaa RI. Di antara tokoh nasional itu terdapat nama Ajip Rosidi (baca: Ayip) dan Gugum Gumbira.

Penghargaan Tanda Kehormatan Presiden itu disampaikan kepada tujuh tokoh nasional. Ajip Rosidi mendapat Tanda Kehormatan Bintang Mahaputra Pratama, Gugum Gumbira mendapat Bintang Jasa Nararya.

Ketujuh tokoh nasional ialah Ajip Rosidi (Bintang Mahaputera Pratama). Letjen (Pur) Ida Bagus Purwalaksana (Bintang Jasa Utama), Prof.Dr.Mundardjito (Bintang Budaya Parama Dharma), dr. Carolina Rezeki Sihombing dan Haji Sunjaya (Bintang Jasa Pratama), Gugum Gumbira dan Dewi Wikantini (Bintang Jasa Nararya).

Baca Juga: Jelang Kongres Sunda 2022, Ratusan Tokoh dan Sesepuh Sunda Gelar Pertemuan Di Bandung Barat

Semua penerima Tanda Kehormatan Presiden itu sudah Almarhum. Dua tokoh Jawa Barat, Ajip Rosidi dan Gugum Gumbira, merupakan kebanggaan masyarakat Jawa Barat. Keduanya seniman dan budayawan terkenal dalam bidangnya masing-masing.

Ajip Roksidi (oleh yuniornya suka dipanggil Kang Ayip), cendekiawan Indonesia kelahiran Jatiwangi, Majalengka, 31 Januari 1938. Almarhum berkecimpung dalam dunia sastra Indonesia sejak usia belasan tahun. Ia menulis puisi, cerita, esey dan kritik.

Ajip merupakan cendekiawan unik. Pendidikan formalnya tidak tamat SMA. Ketika masih murid SMP, ia menulis puisi di majalah Siasat, sebuah media sastra terkenal di Jakarta. Ia benar-benar berguru pada media mssa, dan buku.

Almarhum tidak berhenti menulis sepanjang hayatnya. Bukan hanya dalam bahasa Indonesia tetapi juga dalam bahasa Sunda. Ratusan karya sastra Sunda diumumkan melalui koran, majalah, dan buku.

Sebagai budayawan Ajip giat dalam berbagai organisasi, seminar, diskusi, kuliah umum. Ajip melakukan penelitian pustaka bahasa dan sastra,baik di Indonesioa maupun di mancanagara, antara lain di Leiden, Negeri Belanda.

Halaman:

Editor: Us Tiarsa

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Keutamaan Puasa 9 Hari di Bulan Dzulhijjah

Jumat, 8 Juli 2022 | 08:00 WIB

Mengapa Waktu Pelaksanaan Iduladha Berbeda

Selasa, 5 Juli 2022 | 10:07 WIB
X