QatarEnergy, ConocoPhillips menandatangani kesepakatan LNG untuk Jerman

- Rabu, 30 November 2022 | 06:42 WIB
CEO QatarEnergy Saad Al Kaabi melakukan kerjasama dengan ConocoPhillips demi meningkatkan upaya pasokan LNG ke jerman selama 15 tahun kedepan  (pexels / Pixabay)
CEO QatarEnergy Saad Al Kaabi melakukan kerjasama dengan ConocoPhillips demi meningkatkan upaya pasokan LNG ke jerman selama 15 tahun kedepan  (pexels / Pixabay)

Bisnisbandung.com - QatarEnergy dan ConocoPhillips telah menandatangani dua perjanjian jual beli untuk mengekspor gas alam cair ke Jerman setidaknya selama 15 tahun mulai tahun 2026 – kesepakatan pasokan pertama ke Eropa dari proyek perluasan Lapangan Utara Qatar.

Perjanjian dengan ConocoPhillips tersebut akan memberi Jerman dua juta ton LNG setiap tahun, tiba dari Ras Laffan di Qatar ke terminal LNG utara Jerman di Brunsbuettel, kata kepala eksekutif QatarEnergy.

Menandai perjanjian pasokan LNG jangka panjang pertama ke Jerman, dengan periode pasokan yang diperpanjang setidaknya selama 15 tahun, sehingga berkontribusi pada keamanan energi jangka panjang Jerman,” kata CEO QatarEnergy Saad Al Kaabi dalam berita bersama konferensi dengan CEO ConocoPhillips Ryan Lance.

Baca Juga: Kalahkan Ekuador, Ini Sosok Penting yang Membawa Senegal Lolos ke Babak 16 Besar!

Kesepakatan itu muncul saat kekuatan ekonomi Eropa berebut untuk menggantikan pasokan gas Rusia yang telah dipotong selama perang yang sedang berlangsung di Ukraina . Pejabat tidak memberikan nilai dolar untuk kesepakatan itu.

Saat negara-negara Eropa mendukung Ukraina setelah invasi Rusia pada Februari, Moskow memangkas pasokan gas alam yang digunakan untuk memanaskan rumah, menghasilkan listrik dan industri listrik, menciptakan krisis energi yang memicu inflasi dan meningkatkan tekanan pada perusahaan karena harga naik.

Jerman, yang mendapatkan lebih dari setengah gasnya dari Rusia sebelum perang, belum menerima LNG dari Rusia sejak akhir Agustus.

Baca Juga: Berkenalan dengan Soleh, Kucing Pertama yang Bekerja di Kantor Pajak

Krisis energi

Halaman:

Editor: Alit Suwirya

Sumber: AlJazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Memasuki Tahun Politik, Bagaimana Nasib Investor?

Kamis, 2 Februari 2023 | 16:45 WIB

Plat Nomor Khusus Tak Kebal Aturan Ganjil Genap

Kamis, 2 Februari 2023 | 15:30 WIB

Tempat Rental Komik Bertahan Di Era Gempuran Digital

Kamis, 2 Februari 2023 | 13:30 WIB
X