Cegah Stagflasi, TPID Jabar pun Rumuskan Pertukaran Data Antarwilayah Hingga Investasi di Sektor Pangan

- Kamis, 14 Juli 2022 | 17:45 WIB
Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kemenko Perekonomian RI Saat Mengemukakan Tentang Perumusan Pertukaran Data Antarwilayah oleh Tiap TPID (Budi Hartati)
Asisten Deputi Moneter dan Sektor Eksternal Kemenko Perekonomian RI Saat Mengemukakan Tentang Perumusan Pertukaran Data Antarwilayah oleh Tiap TPID (Budi Hartati)

"Ketika pertumbuhan ekonomi lebih kecil daripada inflasi, tentunya berpengaruh pada daya beli masyarakat. Itu yang kita jaga. Jadi dari sisi investasinya kita juga berkontribusi untuk menjaga stagflasi dengan melibatkan para investor terutama dalam negeri," ujarnya.

Baca Juga: G20 Watchdog Mengumumkan Regulasi Crypto Global yang Kuat Akan Hadir pada Oktober

Saat ini, industri makanan termasuk dalam 5 besar sektor realisasi PMA terbesar di Jabar yaitu mencapai 10,12 persen.

Tanaman pangan dan perkebunan pun termasuk sektor usaha dengan realisasi penyerapan tenaga kerja tertinggi di Jabar dengan menyumbang realisasi investasi mencapai 88,28 milyar rupiah dengan penyerapan tenaga kerja 1.717 atau penyerapan tenaga kerja per Rp. 1 T mencapai 19.450.

Masih di bidang ketahanan pangan, sektor usaha perikanan pun termasuk menyerap tenaga kerja tertinggi di Jabar dengan menyumbang realisasi investasi mencapai 2,75 milyar rupiah dengan penyerapan tenaga kerja 9 atau penyerapan tenaga kerja per Rp. 1 T mencapai 3.272.

DPMPTSP Jabar pun akan mempromosikan investasi di sektor perikanan, peternamakan, pertanian, dan kehutanan dalam WJIS 2022, salah satunya sebagai upaya mencegah terjadinya stagflasi di Jabar.***

Halaman:

Editor: Yayu Rahayu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Jepang Ini Kepincut Investasi Crypto

Kamis, 22 September 2022 | 10:51 WIB
X