Ekonomi Digital Tumbuhkan Potensi Usaha Baru

- Sabtu, 10 April 2021 | 12:18 WIB
EKONOMI DIGITAL
EKONOMI DIGITAL

UMKM Naik Kelas Dengan Ekosistem Digital

Salah satu contoh UMKM yang berhasil memperluas pangsa pasarnya dengan ekosistem ekonomi digital, yakni Sweet Sundae Ice Cream, pemasok es krim untuk hotel-hotel di Indonesia. Pemiliknya, Andromeda (32), melihat bisnis anjlok hingga 80% ketika pandemi pertama kali melanda.

Dia kemudian beralih dari bisnis B2B ke B2C dengan bergabung dengan GrabFood, penjualannya meningkat 85% dalam dua bulan. Saat ini, 25 stafnya tetap bekerja. Tapi kelangsungan hidup Andromeda bukan hanya tentang dia saja.

Seiring pertumbuhan bisnisnya, Andromeda telah memberdayakan lebih banyak peternak sapi lokal untuk terus memasok susu untuk es krimnya, memastikan bahwa lebih banyak orang di luar bisnisnya dapat memperoleh manfaat dari digitalisasi. Awalnya dia pun hanya menjajakan es krim buatannya di kantin kampus.

"Ternyata, penjualannya bagus dan kami berkembang," ujarnya.

Tidak berhenti di situ, dia terus memperbaiki produk karena optimistis bahwa bisnis nya yang masih bayi itu bisa dikembangkan lebih baik dan lebih besar lagi. Ia dengan semangat meminta masukan dari dosen-dosen nya serta menggali ilmu dari internet untuk perbaikan kualitas es krimnya.

Agar makin berkembang, Andro juga mengubah model bisnis nya. Semula es krim produksinya dijual dengan dititipkan di warung-warung, kemudian ia mulai mengubah strategi penjualan ke business to business dengan menawarkan produknya ke hotel, restoran, dan katering (horeka). Selain menawarkan ke horeka di Yogyakarta, dia meluaskan pasar ke kota-kota lainnya, seperti Solo, Semarang, Magelang, dan Ambarawa.

Pada 2017 , dia meluncurkan brand premium beserta tokonya yang terletak di daerah Lempongsari, Yogyakarta, yaitu Ademuy Gelato. Gelato ini menggunakan bahan lokal, murni, dan semuanya hasil dari peternak sapi lokal dan petani lokal.

"Kami meluncurkan gelato untuk menyesuaikan dengan permintaan pasar yang ternyata bervariasi, bukan hanya menyukai es krim. Sejak itulah, kami mulai bekerjasama dengan instansi pemerintahan, terutama Kementerian Pariwisata dan Kementerian Koperasi," ungkap Andro.

Bagi Andro yang saat ini membina 935 peternak dengan total 2.600 ekor sapi, tantangan yang dihadapi adalah belum adanya pengalaman ataupun kredibilitas yang cukup untuk bisa menyampaikan ide memberdayakan peternak sapi lokal ke pemerintah ataupun investor.

Halaman:

Editor: Administrator

Tags

Terkini

Simak! Ciri-ciri Utama Jika Pasangan Anda Berkelas

Kamis, 8 Desember 2022 | 15:00 WIB

5 Ide Kado Untuk Ibu Mertua, Biar Makin Akrab

Kamis, 8 Desember 2022 | 11:30 WIB
X